Datang bersama hujan
Malam menggigil di tubuh kecilku
Ketika jarum jam sunyi
Mengajakku bercanda
Tentang bilur-bilur derita
Yang mempelitur punggungku
Dihajar waktu.
Tubuhku adalah bangkai
Yang sedang mencari hidup.
Datang bersama hujan
Malam menggigil di tubuh kecilku
Ketika jarum jam sunyi
Mengajakku bercanda
Tentang bilur-bilur derita
Yang mempelitur punggungku
Dihajar waktu.
Tubuhku adalah bangkai
Yang sedang mencari hidup.
Aku menemukanmu di setiap wajah purnama
hangat dan bijaksana
bagai lentera di malam paling celaka.
Tak perlu,
Tak perlu ada kata
karena matamu lebih banyak bercerita
tentang rahasia di balik rekah bibirmu.
Dan tentu kau tahu
cinta datang
sebelum sempat aku menguraimu
menjadi kata dan kita.
(kado untuk OPAN & CITRA)
*ketika dua ekor celana
saling sambar di bibir jendela
sementara dua batang tubuh
tumbang perlahan dipinggir ranjang.*
Atau,
Bisikan gaib yang menyusupi telinga
lalu menjelma menjadi kata
yang dengan terburu-buru dituliskan melalui pena oleh penyair gila
ketika selembar akal telah hanyut menyusuri dimensi pesona paras penggoda.
Barangkali juga,
Keteraturan yang dituntunkan oleh MEGA SERVER atas manusia melalui firman dan kitab
dimana spektrum hitam dan putih tak pernah melebur menjadi abu-abu
karena pasak telah ditegakan untuk mengenali batasan
dan akan lebih mudah dipahami melalui mukjizat yang bernama iman.
*dikutip dari puisi joko pinurbo yang berjudul "dua ekor celana" dari buku kumpulan puisi joko pinurbo "kepada cium".
Pada akhirnya,
semua kembali pudar
dan merambat padam.
ketika kenangan hanyalah seonggok tumpukan remah
yang berserakan dilantai kamar.
ketika mimpi-mimpi hanya sebatang harapan
yang menggantung dilangit angan.
ketika waktu hanyalah kumpulan kejadian
yang berputar semaunya di dinding-dinding kepala.
ketika hidup hanya seperti kayu yang terbakar api
yang asapnya memedihkan mata.
Pada akhirnya,
semua kembali pudar
dan merambat padam.