*ketika dua ekor celana
saling sambar di bibir jendela
sementara dua batang tubuh
tumbang perlahan dipinggir ranjang.*
Atau,
Bisikan gaib yang menyusupi telinga
lalu menjelma menjadi kata
yang dengan terburu-buru dituliskan melalui pena oleh penyair gila
ketika selembar akal telah hanyut menyusuri dimensi pesona paras penggoda.
Barangkali juga,
Keteraturan yang dituntunkan oleh MEGA SERVER atas manusia melalui firman dan kitab
dimana spektrum hitam dan putih tak pernah melebur menjadi abu-abu
karena pasak telah ditegakan untuk mengenali batasan
dan akan lebih mudah dipahami melalui mukjizat yang bernama iman.
*dikutip dari puisi joko pinurbo yang berjudul "dua ekor celana" dari buku kumpulan puisi joko pinurbo "kepada cium".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar